Runner Up Again

Teknik Elektro ITS kembali mempertahankan prestasi yang diukir dua tahun lalu diajang kompetisi bergengsi Energy Efficiency University Challenge (EEUC) 2010 yang diselenggarakan oleh PT. Schneider Electric Indonesia bekerja sama dengan Universitas Kristen Petra Surabaya, 10-11 November 2010. Laboratorium SSTL mengirimkan tim yang beranggotakan Firlian Widyananda, Ersalina Werda Mukti, dan Jonathan Herson Ruben serta dibimbing oleh Prof. Ir. Ontoseno Penangsang, M.Sc, Ph.D. Tim yang berjuluk “Simulation Team” ini membuat sistem manajemen penggunaan energi listrik di gedung kampus Teknik Elektro dengan memadukan konsep otomation dan time scheduling sehingga diharapkan dapat diperoleh penghematan konsumsi energi listrik.

Sebagai kampus teknologi, ITS mengkonsumsi energy listrik sebesar 900 MWh setiap bulannya atau setara dengan  Rp. 420.000.000,-. Dari hasil penelitian, budaya penggunaan energy listrik di ITS masih kurang efisien seperti lampu dan AC di kelas tetap menyala meski tidak digunakan. Selain itu, Teknik Elektro juga mengkonsumsi listrik dalam jumlah yang besar.

Ide kreatif yang dikembangkan oleh tim ini adalah memasang sensor-sensor di kelas, laboratorium, serta instalasi lampu di koridor dan taman untuk menciptakan fungsi otomasi penggunaan peralatan listrik didalamnya. Peralatan yang diatur adalah lampu, AC, dan komputer. Input data dari sensor ini akan dikirim ke smart relay yang didalamnya menggunakan AND Logic untuk mengolah data sensor dan time scheduling. Kemudian, smart relay ini mengirimkan instruksi ON dan OFF ke tiap peralatan. Manajemen ON dan OFF ini dapat dimonitor dan dikontrol dari jarak jauh oleh adminsedangkan user lainnya hanya dapat memonitor saja.

Keunggulan dari system manajemen yang dibuat oleh Simulation Team ini adalah tidak mengubah instalasi listrik yang ada, dapat memprediksi besar biaya listrik, mereduksihuman error serta dapat mengubah habit masyarakat kampus agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan energy listrik di kampus. Bila system manajemen ini diterapkan maka Teknik Elektro ITS dapat menghemat konsumsi energi listrik hingga 30% dan menghemat biaya listrik sebesar 26,9%. Investasi yang dikeluarkan untuk system ini dipastikan dapat kembali dalam kurun waktu 13 bulan.

Meski demikian, berbagai keunggulan ini masih belum mampu mengantarkan Laboratorium SSTL Teknik Elektro ITS menjadi juara di kompetisi ini. “Energi Efisiensi tidak terbatas pada listrik saja!”, ketiga anggota tim ini secara kompak mengemukakan alasan apa yang menyebabkan kekalahan mereka dari PENS ITS. “Energi banyak macamnya, kita dapat memanajemen penggunaan energy di sekitar kita seperti energy air dan cahaya matahari untuk mendapatkan efisiensi energy yang optimal. Ke depan, tim dari lab ini harus lebih kreatif lagi”, tutup Jonathan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *