OPTIMISASI OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN KONSTRAIN KAPABILITAS OPERASI GENERATOR DAN KESTABILAN STEADY STATE GLOBAL

PENULIS : Johny Custer

   Biaya bahan bakar adalah komponen terbesar dalam pengoperasian sistem tenaga listrik. Sehingga effisiensi pemakaian bahan bakar sangat besar pengaruhnya terhadap penghematan biaya operasional dan penghematan ketersedian energi yang terbatas. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang Optimal Power Flow (OPF) yang menjadi referensi dan menimbulkan ide bagi penulis dalam melakukan penelitian ini. Namun dari beberapa referensi OPF yang ada belum menyinggung masalah kestabilan steady state. Sehingga dalam penelitian ini diusulkan optimisasi biaya pembangkitan yang mempertimbangkan indeks kestabilan steady state.
   Optimal Power Flow (OPF) berdasarkan Modified Improved Particle Swarm Optimization (MIPSO) digunakan untuk menentukan kombinasi pembangkitan yang paling minimal. Fungsi objektif yang digunakan dalam proses optimisasi adalah fungsi biaya setiap pembangkit. Selain faktor ekonomis, faktor keamanan dan kestabilan dalam pengoperasian sistem tenaga listrik juga sangat penting. Penggunaan kurva kapabilitas generator lebih realistis digunakan sebagai batas keamanan dalam mengoperasikan pembangkit. Untuk mengatasi masalah analisis matematis yang rumit dalam penggunaan kurva kapabilitas generator sebagai batasan digunakan Neural Network (NN). Neural network memvisualisasikan rancangan kurva kapabilitas pembangkit dan mampu memantau level keamanan pembangkit. Indeks kestabilan steady state penyaluran daya dianalisa menggunakan metoda Radial Equivalent Independent (REI) yang menerapkan bus fiktif dan menggantikan jaring transmisi dengan adminitasi konstan.
Metoda yang diusulkan disimulasikan terlebih dahulu pada sistem standar IEEE 30 bus. Setelah mengetahui kemampuan dari metoda yang diusulkan, selanjutnya disimulasikan pada sistem 500 kV Jawa Bali. Hasil simulasi menunjukan kombinasi optimisasi pembangkitan dihasilkan mampu melakukan penghematan sebesar 16,57 % biaya bahan bakar dan titik operasi masing masing pembangkit berada dalam batasan kurva kapabilitas generator. Nilai  indeks kestabilan steady state sebelum dilakukan optimisasi biaya bahan bakar lebih baik 27,09 % bila dibandingkan dengan setelah dilakukan optimisasi. Simulasi yang dilakukan menggunakan software Matlab 2008a.

Kata kunci : MIPSO, Neural Network, Kestabilan Steady State, Kurva Kapabilitas Generator, Optimal Power  Flow. 

Comments are closed