PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK JAWA BARAT 150 KV DENGAN ANALISA KONTINGENSI (N-1)

PENULIS : Ferry Firmansyah

    Pada Tugas Akhir ini akan dibahas tentang analisa kontingensi N-1 (lepasnya salah satu elemen) pada sistem tenaga listrik Jawa Barat 150 kV. Analisa kontingensi yang dilakukan berdasarkan lepasnya salah satu saluran transmisi. Hasil analisa tersebut digunakan untuk mengidentifikasi elemen-elemen sistem yang lemah. Elemen-elemen sistem yang lemah dapat berupa bus yang tegangannya melanggar batasan operasi dan saluran transmisi yang mengalami pembebanan kritis atau mengalami beban lebih. Dari hasil simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0 diketahui bahwa ada satu bus yang tegangannya turun melewati batas operasi yang diijinkan akibat kontingensi pada saluran penghantarnya, bus itu adalah bus Cianjur dengan tegangan 128 kV. Dan juga diketahui bahwa ada empat saluran transmisi yang mengalami pembebanan lebih akibat adanya kontingensi, keempat saluran itu adalah saluran antara GI Bandung Selatan ke GI Cigereleng sebesar 138.4% dari arus nominal, GI Bandung Selatan ke GI Kiaracondong sebesar 111.5% dari arus nominal, PLTU Indramayu ke GI Kosambi Baru sebesar 100.5% dari arus nominal, dan GI Cigereleng ke GI Cianjur sebesar 117.7% dari arus nominal. Untuk mengatasi masalah tegangan turun dan pembebanan lebih  tersebut maka dilakukan dua solusi, yang pertama adalah dengan cara pelepasan beban pada beberapa bus dan yang kedua dengan cara penambahan saluran penghantar antara GI Bandung Selatan ke GI Cigereleng, GI Bandung Selatan ke GI Kiaracondong, PLTU Indramayu ke GI Kosambi Baru, dan GI Cigereleng ke GI Cianjur. Dengan penambahan saluran penghantar ini membuat keandalan TRM (Transmission Reserve Margin) pada setiap saluran di atas meningkat rata-rata sebesar 19.7%.

Kata Kunci : Analisa kontingensi N-1, sistem tenaga listrik Jawa Barat 150 kV , tegangan turun, pembebanan lebih, aliran daya, pelepasan beban

Comments are closed